fbpx

Marketplace atau Media sosial, pilih mana?

         Ketika temen-temen melakukan usaha bisnis online, langkah pertama yang pasti dilakukan adalah mempromosikan produk yang dijual.

Tapi, siapa nih target pertama temen-temen?         Kebanyakan pasti temen-temen melakukan promosi melalui orang yang dikenal terlebih dahulu, misalnya teman, tetangga, orang tua murid dan lain lain. Nah kalau hal itu dilakukan secara terus menerus, pasti promosi akan sampai pada titik jenuh. Oleh karena itu bisa diartikan bahwa temen-temen perlu traffic yang lebih luas jangkauannya. Misalnya di marketplace atau media sosial.

         Traffic secara harfiah memiliki arti lalu lintas. Dalam pembahasan mengenai usaha online, traffic diartikan sebagai pasar atau orang yang melihat produk temen-temen.

 

Marketplace

         Marketplace adalah sebuah website atau aplikasi online yang memfasilitasi proses jual beli dari berbagai toko. Pada dasarnya, pemilik marketplace tidak bertanggung jawab atas barang-barang yang dijual karena tugasnya adalah menyediakan tempat bagi para penjual yang ingin berjualan dan membantu mereka untuk bertemu pelanggan sehingga terjadi transaksi jual beli (seperti pasar), contohnya adalah shopee, tokopedia , dll.

Yuk kenali lebih dalam!

1.         Tempat berkumpulnya pembeli

            Fokus utama dari marketplace adalah untuk jual beli, berbeda dengan sosial media yang fokus utamanya merupakan media komunikasi, hiburan dan informasi.

Nah sebagai pasar, banyak penjual yang menjajakan dagangannya di sana, demikian pula juga pasti banyak pembeli yang bersliweran. Ini merupakan keuntungan tersendiri bagi penjual, karena tidak perlu repot – repot mendatangkan pengunjung atau calon konsumen. Tinggal memanfaatkan dan memaksimalkan keberadaan mereka dengan baik.

2.         Aman banget, karena pakai rekening bersama

            Biasanya dalam menjaga keamanan dalam bertransaksi online, pihak marketplace akan menyediakan rekening bersama. Rekening bersama sangat bermanfaat baik bagi pembeli maupun pedagang. Keadaan yang lebih terjamin bisa membuat konsumen lebih nyaman dalam berbelanja.

3.         Promosi gratis dari marketplace

            Biasanya marketplace menawarkan banyak promosi untuk klien mereka. Ini sangat bermanfaat bagi temen-temen untuk lebih mengenalkan produk ke konsumen. Lebih hemat karena promo dilakukan oleh pihak marketplace sendiri. Jadi jika temen-temen ingin memasuki sebuah marketplace, salah satu kriteria yang penting adalah seberapa besar promo yang dilakukan dari manajemen marketplace tersebut.

4.         Banyaknya macam produk yang tersedia

            Banyaknya produk yang tersedia bisa membuat konsumen semakin tertarik karena bisa memilih berbagai macam jenis produk. Sehingga bisa membuat konsumen menjadi semakin betah berbelanja dalam marketplace. Tentu saja menjadikan peluang produk temen-temen terjual semakin besar.

5.         Waktu posting

            Seperti yang di ketahui, di media sosial kita harus sering membuat postingan atau status untuk menarik pengunjung dan calon pembeli agar mereka aware bahwa akun ini ada, akun ini hidup, akun ini aktif. Karena jika di biarkan terlalu lama tidak posting maka ada kemungkinan calon pembeli ragu apakah masih berjualan atau tidak.

Sebalikanya, di marketplace sendiri semakin lama postingan dibuat maka semakin naik ke atas, semakin banyak dilihat.

Jadi tidak harus setiap hari posting yang mungkin akan membingungkan karena perlu banyak konten untuk menarik minat, jika postingan sama setiap waktu akan terkesan membosankan.

6.         Ulasan/testimoni yang real dari penjualan

             Bagi yang sudah pernah buka marketplace atau bahkan membeli produk di sana pasti sudah tau terkait ulasan ini. Ulasan adalah salah faktor terbesar apakah calon pembeli akan membeli produk atau tidak. Ini bisa disebut kelebihan dan kekurangan karena review ada mulai paling tidak puas sampai paling puas, dan semua itu tampil, bisa dilihat, bisa dibaca oleh semua orang.

Jadi harus sebisa mungkin dapatkan review yang bagus ya!

Baca juga : Tips Penerapan Cross Selling dan Up Selling

 

Media sosial

         Media sosial merupakan media digital sebagai tempat terjadinya realitas sosial pada ruang waktu tak terbatas bagi para penggunanya untuk saling berinteraksi. Di sini temen-temen bisa berbagi informasi, mendapatkan informasi, hiburan, berinteraksi dan lain-lain dan memudahkan terhubung dengan orang-orang jauh sekalipun.

Meskipun media sosial fokus utamanya adalah untuk media hiburan dan informasi, namun saat ini banyak sekali pengguna yang memanfatkan untuk menambah penghasilan dengan cara berjualan dan promosi di media sosial, jadi bisa dijadikan opsi juga 😀

1.         Jangkauan traffic luas banget

            Pasti dari sini temen-temen sudah paham ya. Untuk sosial media penggunanya mulai dari anak-anak, remaja, dewasa sampai yang berumur sekalipun atau bahkan luar negeri, tentu hal ini lebih luas dari pada traffic di marketplace. 

Mereka dapat memanfaatkan sosial media dalam melakukan pencarian produk atau jasa yang mereka butuhkan. Hal ini biasanya dilakukan sebelum memutuskan untuk membeli atau menggunakan suatu produk. 

Semakin banyak orang yang melihat produk temen-temen maka semakin besar pula peluang terjualnya produk. Ingat data konsumen temen-temen adalah asset dan itu bisa di olah sampai closing bahkan repeat order jadi pelanggan.

2.         Mudah temukan informasi lebih terkait pelanggan dan pencarian target lebih efektif

            Dengan perangkat pendukung yang ada, temen-temen bisa tau mengenai siapa saja konsumen kita, bahasa yang mereka gunakan, rentang usia, bahkan jenis kelamin dari sosial media. Informasi ini dapat membantu proses branding dan promosi kepada target konsumen yang tepat. 

Geo-targetting merupakan langkah yang efektif bila temen-temen ingin mengirimkan pesan kepada target konsumen secara spesifik berdasarkan lokasi mereka.

Contohnya jika temen-temen memiliki bisnis perjalanan wisata dan ingin melakukan promosi melalui instagram, postingan foto tersebut bisa dilengkapi dengan fitur location atau #hashtag.

3.         Media promosi yang tidak akan mati

            Kenapa demikian? Karena disini adalah pusatnya orang berkumpul, berinteraksi dan mendapatkan informasi. Ketika sedang asik bermain sosmed, kadang ada muncul iklan-iklan produk yang membuat tertarik. Iklan-iklan tersebut dibuat oleh para penjual online dan menargetkan audiens dengan minat yang sama dengan produk yang mereka jual. Hasilnya, closing pun sering terjadi berkat strategi social commerce yang dijalankan.

         Dengan adanya sosial media, kini penyampaian informasi kepada konsumen menjadi lebih mudah dan cepat. Untuk bagikan informasi temen-temen cukup dengan klik share saja. Pastikan bahwa informasi yang temen-temen bagikan sesuai dengan minat target konsumen. Apapun yang temen-temen posting di sosial media maka akan langsung muncul di timeline follower, sehingga bisa langsung menghasilkan traffic ke website bahkan penjualan.

4.         Gampang untuk cari feedback

             Sosial media untuk bisnis memberikan akses kepada feedback positif maupun negatif dari konsumen, yang merupakan informasi berharga dari sudut pandang konsumen. Sebagai contoh, jika temen-temen meluncurkan produk baru dan di bagikan melalui sosial media, maka secara instan temen-temen bisa langsung mengetahui pendapat konsumen.

Dengan begini respon konsumen terhadap aspek apapun pada bisnis temen-temen bisa terlihat dengan jelas. Hasilnya bisa digunakan untuk melakukan improvisasi terhadap kualitas bisnis temen-temen.

5.         Selangkah lebih maju dari kompetitor

            Dengan sosial media temen-temen bisa mendapatkan informasi penting dari kompetitor, yang kemudian dapat meningkatkan strategi pemasaran. Temen-temen bisa menganalisa teknik apa saja yang digunakan oleh kompetitor dan melakukan hal yang lebih baik dari yang mereka lakukan. Perhatikan siapa saja follower kompetitor, apa yang mereka posting dan apa yang mereka sukai. Dengan demikian temen-temen bisa memulai untuk mengembangkan konten yang relevan dengan target audiens dan mendapatkan klie dengan media sosial.

6.         Meningkatkan brand awarenes

            Sosial media membantu bisnis untuk meningkatkan brand awareness dengan biaya yang bisa dibilang hampir tidak ada. Biaya yang sangat diperlukan untuk hal ini adalah waktu. hal itu karena membangun brand dengan sosial media setidaknya membutuhkan tenaga, proses dan waktu yang tidak singkat. Meskipun tanpa biaya, yang dimaksud disini adalah ketikatemen-temenbenar-benar melakukan promosi di sosial media tanpa menggunakan iklan. Hal ini sangat mungkin dilakukan dan hasilnya bisa jauh lebih baik daripada mengandalkan iklan. Harus diingat, temen-temen membutuhkan konten yang menarik dan berkualitas. 

 

Nah dari ulasan di atas, bisa jadi pertimbangan buat temen-temen ketika ingin jualan online. Tentukan target dulu dan dimana target itu berada. Data calon customer adalah asset, jangan sampai di abaikan.

 Baca juga : 3 Tool Riset Kata Kunci Produk Shopee Gratis

referensi:

https://blog.sribu.com/id/pengertian-media-sosial/

https://www.onlenpedia.com/2017/04/3-keuntungan-berjualan-di-media-sosial.html

https://www.progresstech.co.id/blog/manfaat-sosial-media-bisnis/

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *